Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris — Masa Prapaskah 2026 menjadi kesempatan berharga bagi para remaja di Keuskupan Surabaya untuk merenungkan jati diri mereka. Dengan tema besar "Aku Remaja Katolik, Aku Bagian dari Gereja", materi ini mengajak remaja untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan menjadi bagian aktif yang menghidupi lima tugas Gereja (Panca Tugas Gereja) dalam kehidupan sehari-hari.
Pendalaman iman ini dibagi menjadi lima pertemuan yang masing-masing mengupas aspek berbeda dari kehidupan menggereja untuk menginspirasi para remaja agar terlibat aktif:
Koinonia (Persekutuan): Bertumbuh Bersama Remaja diajak menyadari bahwa iman bukan hanya urusan pribadi, melainkan bertumbuh dalam kebersamaan. Melalui komunitas REKAT (Remaja Katolik), mereka belajar untuk saling menopang layaknya jaring yang kuat, di mana setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan komunitas tersebut.
Kerygma (Pewartaan): Menjadi Pewarta Digital Tugas mewartakan Kabar Baik kini merambah ke dunia maya. Remaja didorong untuk menggunakan media sosial sebagai sarana menyebarkan kasih Tuhan, melawan hoaks, serta memberikan komentar positif yang membangun alih-alih menjatuhkan.
Liturgia (Liturgi): Remaja Pelayan Kristus Remaja dipanggil untuk terlibat aktif dalam peribadatan, baik sebagai misdinar, lektor, pemazmur, maupun anggota paduan suara. Keterlibatan ini adalah wujud nyata pelayanan kepada Kristus di altar-Nya.
Diakonia (Pelayanan): Peduli Itu Keren! Iman tanpa perbuatan adalah mati. Remaja diajak untuk memiliki kepekaan sosial, peduli pada teman yang kesulitan, dan melakukan aksi nyata sebagai perwujudan kasih Kristus.
Martyria (Kesaksian): Berani Bersaksi Menjadi saksi Kristus berarti berani berdiri tegak demi kebenaran, termasuk berani berkata jujur dan menolak tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah maupun pergaulan.
Materi APP REKAT ini lebih menekankan pada pembentukan karakter dan keterlibatan praktis remaja dalam lingkup pergaulan mereka. Sementara itu, materi APP Dewasa lebih menekankan pada tanggung jawab struktural dan organisasi dalam membangun Gereja lokal (paroki) yang mandiri dan misioner.
Secara singkat, materi Dewasa fokus membangun "Rumah" (paroki) agar menjadi tempat yang kokoh, sedangkan materi REKAT fokus membangun "Penghuninya" (remaja) agar merasa memiliki dan mau menghidupi rumah tersebut. Keduanya berjalan beriringan: orang tua membangun sistem dan komunitas di lingkungan, sementara para remaja menyiapkan diri sebagai penerus masa depan Gereja yang tangguh secara moral dan iman.