Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaru. Dalam rangka memperdalam pemahaman siswa terhadap materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), siswa kelas 8A melaksanakan kegiatan presentasi alat peraga yang mengangkat topik sistem peredaran darah, sistem pernapasan, dan sistem ekskresi pada tubuh manusia. Kegiatan ini merupakan bagian dari penilaian tugas yang dibimbing oleh Bapak Rikardus Pancir, S.Si.
Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi menjadi empat kelompok dengan beberapa subtopik yang berbeda, yaitu sistem peredaran darah kecil, sistem peredaran darah besar, sistem pernapasan, dan sistem ekskresi pada tubuh manusia. Setiap kelompok secara bergantian maju ke depan kelas untuk mempresentasikan alat peraga yang telah mereka buat, sekaligus menjelaskan cara kerja sistem tersebut dalam tubuh manusia. Penilaian dilakukan langsung oleh guru, baik dari segi penyampaian materi maupun kreativitas serta ketepatan alat peraga yang ditampilkan.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menyampaikan teori seperti yang ada di buku, tetapi juga mencoba memvisualisasikan konsep tersebut agar lebih nyata dan mudah dipahami oleh siswa lain. Alat peraga yang dibuat membantu menggambarkan proses dalam tubuh, mulai dari aliran darah dan pertukaran oksigen hingga pembuangan zat sisa.
Jika dilihat lebih jauh, kegiatan ini tidak sekadar menjadi bagian dari penilaian. Terdapat proses pembentukan keberanian dan kemampuan komunikasi yang ikut terlatih. Mengingat tidak semua siswa terbiasa berbicara di depan orang banyak, pengalaman ini menjadi langkah awal yang penting bagi mereka untuk belajar berbicara di khalayak umum.
Melalui pengalaman ini, siswa mulai menyadari bahwa memahami materi saja tidaklah cukup. Mereka juga perlu mampu menyampaikan pemahaman tersebut dengan jelas dan percaya diri. Hal inilah yang membuat kegiatan ini memiliki nilai lebih dibandingkan pembelajaran pada umumnya.
Salah satu siswi kelas 8A, Anastasia Gabriella Gunadhi, membagikan pengalamannya saat diwawancarai. “Menurutku seru, sih, karena kita jadi lebih dekat dengan teman-teman yang sebelumnya belum pernah satu kelompok. Selain itu, tugas kali ini juga lebih menantang karena kita dituntut lebih kreatif. Tapi hasilnya juga bagus-bagus; ada yang 3D, ada yang pakai model pembuluh darah, dan cara presentasinya juga keren sesuai gaya masing-masing,” ungkapnya.
Setelah seluruh kelompok selesai melakukan presentasi, alat peraga tersebut disimpan di laboratorium IPA. Hal ini dilakukan agar hasil karya siswa tidak hanya menjadi tugas semata, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di masa depan.
Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran aktif yang tidak hanya mengasah pemahaman materi, tetapi juga membentuk karakter siswa yang lebih berani, komunikatif, dan bertanggung jawab.