News &
Updates

News Image

Share

Mager vs Bergerak: Apakah Kamu Sudah Tahu Fakta ini?
9 September 2026

Sidoarjo, Kampus Ursulin - Sanmaris, hari ini, tepat di tanggal 9 September 2026, semua murid-murid KB, TK, SD dan SMP Santa Maria Sidoarjo beserta seluruh guru berkumpul di lapangan Kampus untuk melaksanakan senam bersama. Ada 4 jenis senam yang dilakukan bersama-sama di lapangan tersebut. Yang menarik, instruktur senamnya bukan Guru Olahraga, melainkan seorang siswa TK, dua orang siswa SD dan seorang siswa SMP. Wah, keren sekali ya. 

Hari ini kalender kita pun mengingatkan sebuah momen yang cukup penting: Hari Olahraga Nasional (HAORNAS). Kalau ngomongin olahraga hari gini, jujur saja kadang tantangan terbesarnya bukan musuh di lapangan, tapi melawan rasa "mager" alias malas gerak. Pulang sekolah rasanya lebih menggoda untuk langsung rebahan, scroll media sosial berjam-jam, atau lanjut push rank bareng teman-teman. Padahal, ada alasan yang sangat kuat kenapa negara sampai membuat satu hari khusus untuk mengingatkan kita soal pentingnya berkeringat.

Biar wawasan kita bertambah, kita tarik mundur sedikit ke sejarahnya. Penetapan HAORNAS ini diambil dari momen bersejarah Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama yang diadakan di Surakarta pada 9 September 1948. Waktu itu, Indonesia baru seumur jagung merdeka. Lewat PON tersebut, para pendahulu kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sehat, kuat, dan tangguh, bukan bangsa yang lemah setelah dijajah. Semangat juang dan pembuktian diri itulah yang ingin terus diwariskan ke kita semua.

Terkait dengan kebiasaan bergerak, ada sebuah fakta medis menarik yang sering kita lupakan. Apakah benar tubuh manusia itu sebenarnya didesain untuk selalu bergerak? Jawabannya: seratus persen benar. Secara biologis dan rekam jejak evolusi, struktur anatomi kita—mulai dari persendian, kekuatan otot, kepadatan tulang, hingga sistem peredaran darah—diciptakan untuk menunjang aktivitas fisik yang dinamis. Tubuh kita itu ibarat mesin kendaraan. Mesin yang rajin dipanaskan dan dipakai melaju akan memiliki tarikan yang jauh lebih mulus dibandingkan kendaraan yang hanya diparkir berbulan-bulan sampai olinya mengendap dan mesinnya berkarat.

Ketika tubuh kita terlalu sering diam, sistem metabolisme akan melambat. Kalori yang masuk hanya akan menumpuk menjadi lemak, sirkulasi darah ke organ penting tidak maksimal, dan otot perlahan kehilangan kekuatannya. Dalam jangka panjang, gaya hidup yang terlalu banyak duduk atau rebahan ini menjadi pintu masuk utama berbagai masalah kesehatan fisik. Jadi, rasa pegal-pegal, gampang ngantuk, atau mudah lelah yang kadang kalian rasakan meski hanya duduk di kelas seharian, sebenarnya adalah sinyal protes dari tubuh kalian karena kurang diajak beraktivitas.

Lalu, kenapa usia kalian saat ini (12-15 tahun) menjadi masa yang sangat krusial untuk membangun kebiasaan olahraga? Di rentang usia SMP, kalian sedang berada dalam fase growth spurt atau percepatan pertumbuhan. Massa tulang, kapasitas paru-paru, dan jaringan otot kalian sedang dibentuk menuju potensi maksimalnya. Jika fase ini dibarengi dengan olahraga rutin, tubuh akan memproduksi hormon pertumbuhan secara optimal. Hasilnya, postur tubuh kalian bisa lebih tegap, sistem imun jauh lebih kuat, dan yang tidak kalah penting: aliran darah ke otak menjadi sangat lancar, sehingga pikiran kalian jauh lebih jernih saat menyerap pelajaran di sekolah.

Di luar urusan fisik, lapangan olahraga adalah arena simulasi kehidupan yang paling nyata. Saat bermain basket, voli, atau futsal, kalian belajar menekan ego demi mementingkan kerja sama tim. Kalian berlatih disiplin, menghargai aturan main, dan belajar menghadapi kekalahan dengan kepala tegak. Sportivitas mengajarkan kita untuk mengakui keunggulan orang lain tanpa harus merasa rendah diri, lalu kembali berlatih keras untuk menjadi lebih baik. Nilai-nilai pantang menyerah seperti inilah yang akan sangat berguna saat kalian aktif berorganisasi, entah itu saat mengeksekusi proyek besar bersama tim OSIS, merancang kegiatan perkemahan Pramuka, atau menghadapi tantangan hidup di masa depan.

Menjadikan olahraga sebagai gaya hidup tidak berarti kalian harus langsung mendaftar ke klub profesional dengan latihan yang menyiksa. Mulailah dari hal-hal sederhana yang kalian nikmati. Bisa dengan jalan santai di sore hari, bersepeda keliling lingkungan rumah, berenang di akhir pekan, atau sekadar bermain bulu tangkis bersama keluarga. Tubuh kalian adalah satu-satunya tempat kalian hidup dan beraktivitas sampai tua nanti, jadi rawatlah haknya untuk bergerak mulai hari ini.

Kira-kira, dari sekian banyak pilihan aktivitas fisik yang ada, olahraga ringan apa yang paling membuatmu bersemangat dan ingin kamu coba rutinkan mulai minggu ini?