Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris, di tengah deru perkembangan zaman di Sidoarjo, pendidikan Katolik di Paroki Santa Maria Annuntiata tetap berdiri sebagai sebuah panggilan suci, bukan sekadar urusan sekolah dan administrasi. Langkah kita didukung oleh jaringan yang kuat dengan delapan sekolah yang dikelola oleh Yayasan Yohanes Gabriel dan Yayasan Paratha Bhakti. Di dalamnya, terdapat banyak sosok guru, mulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi, yang setiap hari berjuang menemani tumbuh kembang anak-anak kita.
Jika kita mendengarkan suara umat, sebenarnya masih ada harapan dan kepercayaan yang begitu besar terhadap sekolah Katolik, terutama untuk anak-anak usia SD dan SMP. Orang tua memilih sekolah-sekolah ini karena percaya akan kualitas gurunya serta cara sekolah membangun karakter anak. Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa tantangan biaya sering kali menjadi beban yang berat bagi sebagian keluarga. Selain itu, derasnya arus media sosial juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pertumbuhan iman remaja saat ini.
Di sisi lain, para guru pun memiliki kegelisahan yang perlu kita dengar. Banyak dari mereka yang merasa seolah-olah sedang berjuang sendirian dalam menjalankan misi ini. Ada kerinduan yang mendalam dari para pendidik agar paroki dapat menjadi rumah yang menyapa mereka secara rutin, memberikan bimbingan rohani, dan menyediakan wadah untuk saling menguatkan.
Ke depan, mimpi kita untuk lima tahun mendatang adalah melihat lulusan sekolah Katolik yang memiliki integritas tinggi; anak-anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki spiritualitas yang kuat dan berakar pada nilai-nilai Kristiani. Para guru pun bertekad untuk lebih aktif dalam gerak langkah paroki, menyatukan tugas mengajar dengan pengabdian di Gereja.
Agar visi ini tidak sekadar menjadi tulisan di atas kertas, paroki perlu hadir sebagai tempat pemulihan bagi para guru yang lelah serta menjadi "sekolah kasih" bagi pendalaman iman. Langkah nyata seperti pembentukan Komunitas Guru Katolik, penyelenggaraan pertemuan rohani rutin, serta kehadiran pastor yang lebih sering menyapa guru dan siswa di sekolah akan menjadi penyemangat yang luar biasa. Dengan berjalan bersama, kita percaya pendidikan Katolik akan terus menjadi garam dan terang bagi masyarakat sekitar.