News &
Updates

News Image

Share

SHDM SANMARU - PANTI ASUHAN ST BEATRIX JUANDA
18 Desember 2024

PELAYANAN? WHY NOT!

SIDOARJO, Kampus Ursulin - SANMARU, "Jangan memohon pada Tuhan untuk menolong dunia, tapi mohonlah agar Tuhan mau memakai diri kita untuk menolong dunia." - Merry Riana, bertempat di Panti Asuhan Santa Beatrix, Juanda, (09/12/24). 

Setelah seminggu para peserta didik membuat perencanaan untuk P5, para peserta didik pun melaksanakan perencanaan tersebut. Sebanyak 9 siswa/i yang akan melaksanakan perencanaan itu. Dengan tema "Serviam Hadir Di Masyarakat", para peserta didik melakukan pelayanan di sebuah Panti Asuhan Santa Beatrix, Juanda. Saat pagi, peserta didik di briefing terlebih dahulu mengenai apa yang harus dilakukan ditempat tujuan. 

"Teman-teman, karena kita ada ditempat orang hendaknya sopan santun kita dijaga. Tunjukan bahwa kita anak Santa Maria" ujar salah satu bapak guru disana. 

Sebelum berangkat, peserta didik diberikan snack dari sekolah sebagai bekal selama perjalanan. Perjalanan pun dimulai pada pukul 07.15, dalam perjalanan ini para peserta akan naik angkutan kota atau biasa disebut angkot. Terlihat suasana di dalam sangat gembira, anak-anak sangat suka bepergian naik angkutan kota itu. Saking asiknya, sampai-sampai ada salah satu anak yang ingin pelan-pelan saja agar bisa naik angkutan kota lebih lama. Sesampainya di tujuan, para peserta didik dan guru yang mendampingi mereka menyapa para suster dan adik-adik  disana.

"Jadi begini Suster, kami dari SMP Santa Maria Sidoarjo. Kami disini ingin melakukan sebuah pelayanan, jadi disini kami sudah membuat list-list kegiatan yang ingin kami lakukan" Ujar salah satu siswa.

Para peserta didik pun menjelaskan kegiatan apa yang ingin dilakukan dan para suster sangat senang dengan hal tersebut. Setelah sudah menyapa dan menyampaikan tujuan, para peserta didik langsung membantu memasangkan pohon natal dan membersihkan perpustakaan. Suasana pun sangat senang karena banyak dari peserta didik yang baru pertama kali memasang pohon natal, sambil melakukan pelayanan sekalian bisa belajar cara memasang pohon natal yang baik. Setelah memasang pohon natal, para peserta didik istirahat 20 menit sebelum akhirnya memikirkan hiasan pada pohon natal. Sesudah istirahat, peserta didik pun mulai menghias pohon natal tersebut. Di Akhir, mereka membersihkan sisa hiasan yang ada dilantai, sedangkan di lain sisi Amel dan Desy selaku 2 siswa yang melakukan pelayanan tersebut membuat sebuah video untuk mempromosikan hasil karya dari adik-adik panti ke media sosial. 

"Suster, terimakasih atas waktu nya hari ini. Besok kami akan datang lagi kemari dan membantu beberapa hal lagi." Ujar salah satu siswa

Para peserta didik pun pulang pada pukul 11.15 dengan angkutan kota. Dengan adanya pelayanan dihari ini, diharapkan dapat meringankan setidaknya  sedikit beban dari para suster dan pekerja disana.  Perjalanan pun dilalui dengan gembira, meskipun diakhir sempat hujan, namun peserta didik dapat sampai di sekolah dengan selamat.

 

BERBISNIS? SIAPA TAKUT!

Akhirnya pelayanan di hari kedua dilaksanakan. Seperti kemarin, para peserta didik di briefing terlebih dahulu mengenai apa yang akan dilakukan saat sampai ke tujuan nanti. Setelah sudah briefing, para peserta didik diberikan bekal berupa snack untuk dimakan saat perjalanan maupun saat sudah ditempat tujuan. Para peserta didik berangkat ke Panti Asuhan pada pukul 07.15, seperti kemarin pula mereka naik angkutan kota atau biasa disebut angkot untuk pergi ke tujuan. Suasana diangkutan kota pun sangat gembira, dengan diiringi musik dari speaker yang dibawa salah satu anak membuat suasana lebih menarik. Para peserta didik pun turut bernyanyi bersama-sama sambil menunggu untuk sampai ke tempat tujuan. Sesampainya ditujuan, para peserta didik kembali menyapa para suster dan adik-adik disana. 

"Suster, terimakasih atas waktu nya kembali. Jadi kali ini kami akan melanjutkan pelayanan kami kemarin" ujar salah satu siswa. 

Setelah sudah menyampaikan tujuan, para peserta didik pun dipecah menjadi 3 kelompok. 1 kelompok untuk lanjut menghias pohon natal, 1 kelompok untuk bersih-bersih perpustakaan, dan kelompok terakhir jualan di masyarakat sekitar. Para peserta didik yang berjualan antara lain Amel, Desy, Riel, dan Jacob. Pertama, mereka menyiapkan barang maupun hasil karya anak-anak Panti Asuhan untuk kemudian dijual. 1 totebag pun penuh dengan hasil karya anak-anak Panti yang akhirnya akan dijual. Mereka pun keliling di sekitar daerah panti dan ditemani oleh guru pendamping. Pertama kali, para peserta didik takut untuk berbicara dan mengobrol. Alhasil Bu  Yolan selaku pendamping mereka mengawali obrolan dengan salah satu masyarakat untuk menawari hasil dagangan. Setelah diawali oleh guru pendamping, para peserta didik pun menjadi berani untuk berbicara di masyarakat.

"Okee, target hari ini harus 100 ribu" ujar salah satu siswa

Akhirnya, mereka memenuhi target bahkan lebih dari target yang diinginkan. Mereka mendapatkan uang 130 ribu yang akhirnya diserahkan ke para suster. Mereka pun turut senang karena bisa menawarkan barang dagangan ke masyarakat sekitar, karena dulunya mereka sangat malu untuk menawarkan dagangan itu. Mereka pun akhirnya memiliki keberanian karena kegiatan kali ini. Setelah semuanya selesai, anak-anak berfoto bersama dengan adik-adik dan para suster. Suster pun memberikan beberapa bingkisan kepada para peserta didik, tentunya peserta didik juga membawa bingkisan untuk mereka. 

"Suster, terimakasih atas waktunya 2 hari ini. Mohon maaf ya jika kami merepotkan atau ada yang salah" ujar salah satu siswa.

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, akhirnya mereka berpisah dengan Panti Asuhan Santa Beatrix. Ketika sudah menaiki angkutan kota, terlihat adik-adik melambaikan tangan mereka kepada kami, kami pun turut melambaikan tangan kepada mereka. Dengan kegiatan ini, diharapkan bantuan dari kami meskipun hanya hal kecil saja yang kami lakukan dapat berguna bagi mereka disana.