Sidoarjo, Kampus Ursulin – Sanmaris. Hari ini, di Aula Piazza Santa Angela, kami tidak melihat sekumpulan siswa yang sedang lulus. Namun, kami melihat sekumpulan penulis muda yang baru saja menyelesaikan satu volume penting dalam buku kehidupan mereka.
Jika kita mengibaratkan masa tiga tahun di SMP ini sebagai sebuah buku, hari ini kalian sedang sampai di akhir bab yang paling penuh warna. Ingatkah kalian di halaman-halaman awal? Saat kalian pertama kali datang dengan seragam yang masih baru, wajah yang canggung, dan mungkin sedikit rasa takut akan tantangan baru? Itu adalah awal dari sebuah plot yang luar biasa.
Selama tiga tahun ini, kalian telah menulis banyak sekali cerita. Ada bab tentang persahabatan yang tak terpisahkan, ada bab tentang sulitnya memahami pelajaran, ada bab tentang kegagalan yang membuat kalian kecewa, bab tentang menghadapi tantangan yang berat, hingga bab tentang kemenangan yang membuat kalian bangga. Bapak/Ibu guru telah menjadi editor yang sesekali memberi catatan di pinggir halaman. Mengapa kami melakukan itu? Karena kami memegang teguh Nasihat Santa Angela: "Jalankan tugasmu, tegurlah mereka dengan cinta dan kasih sayang, apabila mereka membuat kesalahan karena kelemahan, dan janganlah berhenti memelihara pohon anggur yang telah dipercayakan kepadamu." Kalian adalah pohon anggur kami, dan kami ingin cerita kalian tetap indah.
Namun, anak-anakku, ingatlah satu hal: acara pelepasan hari ini bukanlah tanda bahwa buku kalian selesai. Sama sekali bukan. Hari ini hanyalah sebuah jeda; sebuah titik sebelum kalian membuka lembaran baru yang lebih luas.
Tema kita hari ini adalah "The New Chapter Begins".
Seorang penulis tahu bahwa hal paling mendebarkan sekaligus menantang adalah saat ia berhadapan dengan halaman kosong. Di depan sana, setelah kalian melangkah keluar dari gerbang sekolah ini, kalian akan bertemu dengan halaman-halaman yang masih putih bersih. Tidak ada lagi garis yang sudah dibuatkan untuk kalian ikuti. Mungkin, tidak ada lagi yang memandu setiap kalimat yang kalian tulis.

Di bab yang baru nanti, kalian adalah penulis utamanya. Kalian yang menentukan karakternya akan menjadi seperti apa. Jadilah karakter yang sesuai dengan Regula Santa Angela yang sudah ditanamkan dalam diri kalian: "kata-kata, tindak-tanduk, dan sikap kita selalu menjadi contoh dan teladan bagi semua yang berurusan dengan kita." Ingatlah selalu untuk menuliskan karakter yang berani, penuh kebaikan, dan menginspirasi seperti nasihat tersebut.
Bisa jadi akan ada rasa takut dan khawatir. Itu wajar. Bahkan, penulis paling hebat di dunia pun merasa gugup saat memulai bab baru. Tapi, gunakan rasa takut itu sebagai bahan bakar keberanian.
Jangan takut untuk membuat kesalahan dalam penulisan bab berikutnya. Karena justru dari kesalahan-kesalahan itulah, cerita kalian akan menjadi lebih manusiawi, lebih dalam, dan lebih berkarakter. Buku yang baik tidak harus selalu berisi kemenangan; buku yang hebat adalah buku yang menunjukkan bagaimana tokoh utamanya bangkit dan terus berjuang meski alur ceritanya sedang sulit.
Pesan kami, saat kalian mengayunkan pena untuk menulis kata pertama di halaman itu, ingatlah selalu Warisan Santa Angela yang berbunyi: "Langkah Anda pertama senantiasa harus kembali ke Yesus Kristus. Setelah itu serahkanlah selebihnya dalam tangan Tuhan supaya Dia berbuat mukjizat-Nya pada saat terbaik menurut Dia." Jadikan iman sebagai panduan utama tulisan kalian.
Sekarang, angkatlah pena kalian tinggi-tinggi. Tarik napas dalam-dalam, dan bersiaplah untuk menulis bab berikutnya dengan bangga.
Dunia sudah tidak sabar untuk membaca kisah luar biasa tentang siapa diri kalian di masa depan. Selamat membuka halaman pertama bab baru kalian. Selamat berjuang, dan jadilah penulis yang paling jujur dan berani bagi kehidupan kalian sendiri.
Sampai jumpa di halaman-halaman kesuksesan kalian nanti.